Senin, 12 April 2010

KEBURUKAN AKHLAK MERUSAK AMAL KEBAIKAN

Oleh Budi Wibowo

الحمد لله نستعنه و نستغفره ونعذ بالله من شرور انفسنا
من يهدالله فلا مضلّ له ومن يضلل فلا هادئ له

اَشْهَدُ اَنْ لاَ الَهَ الاَّ اللهُ
وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى محمّد عَبْدِكَ وَ رَسُولِكَ وَعَلَى أَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ: أَمَّابَعْدُ
فَيَا اَيُّهَ الْحَضِرُوْنَ : اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَ اَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى الله ُ عَلَيْهِ وَالسَّلَمَ
إنَّ سُوْءَالخُلُقِ يُفْسِدُ العَمَلَ كَمَا يُفْسِدُ الخَلُّ العَسَلَ
صَدَّقَ اللهُ الْعَظِمَ وَ صَدَّقَ رَسُوْلُ اللهِ الْكَرِمَ

Puji syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan taufik rahmat dan hidayahNya, sehingga pada siang hari ini kita dapat berkumpul di masjid ini dalam rangka menunaikan kewajiban sholat jum’at secara berjama’ah. Salam dan sholawat mari kita sanjungkan untuk junjungan Nabi kita Muhammad s,a.w.

Sebagi kotib saya berwasiat kepada diri saya dan mengajak kepada jamaah sekalian. Mari kita selalu berusaha untuk meningkatkan ketaqwaan kita baik di waktu lapang maupun sempit, dengan tetap istiqomah dan berusaha sekuat tenaga dalam menegakkan akhlak yang mulia.

Judul kutbah yang akan saya bawakan pada siang hari ini adalah:

KEBURUKAN AKHLAK MERUSAK AMAL KEBAIKAN

Sidang jum’at yang berbahagia,
Sesuai dengan judul yang saya bawakan mari kita mulai pembahasan kita pada siang hari ini dengan menukil salah satu sabda Rasulullah yang diriwayatkan Thabrani dari Ibnu Umar, sbb:

إنَّ سُوْءَالخُلُقِ يُفْسِدُ العَمَلَ كَمَا يُفْسِدُ الخَلُّ العَسَلَ

“Sesungguhnya keburukan akhlak bisa mrusak amal perbuatan sebagaimana cuka merusak madu (Diriwayatkan Thabrani dari Ibnu Umar ra).

Sidang jum’at yang berbahagia,
Ketika seorang hamba melakukan aksi atau beramal maka selain secara kasat mata terlihat, sebenarnya ada aksi yang yang tidak terlihat oleh indera manusia, yaitu

aksi yeng terjadi dalam jiwa pelakunya yaitu niat atau motivasi yang mengawali terjadinya aksi tersebut.
Gerak yang terjadi dalam jiwa manusia ini hanya Allahlah yang mengetahuinya.

Kontek pembicaraan kita dalam hal ini adalah sebuah aksi yang dilakukan oleh seorang hamba baik secara dimensial dapat dilihat oleh manusia lain atau yang hanya Allahlah yang mengetahuinya.
Gerak atau aksi manusia inilah yang kita sebut akhlak.

Akhlak merupakan salah satu potongan rantai di antara tiga sambungan yang membentuk lingkaran dalam bangunan islam, yakni sambungan yang menggambarkan kesempurnaan seseorang dalam melakoni hidup sebagai seorang muslim. Komponen rantai tersebut adalah iman, islam dan ihsan. Akhlak dalam rantai tersebut termasuk dalam kawasan Ihsan.

Sidang jum’at yang berbahagia,
Ketika seorang hamba menyatakan percaya atau iman kepada Allah dan Rasulnya maka ia wajib melukan sholat, dan ketika seorang hamba telah melakukan sholat maka ia harus berakhlak baik terhadap sesama.

Dalam keseharian banyak hal kita temui, boleh jadi orang telah melakukan sholat tetapi ia berlaku cela, boleh jadi orang berlaku baik tetapi tidak melaksanakan ibdah sholat dan boleh jadi orang malakukan sholat dan berlaku baik terhadap sesama manusia tetapi dia masih pergi ke dukun.

Ini adalah sebuah gambaran yang apabila boleh saya katakan adalah perbuatan tercela semuanya dihadapan Allah swt. Bila sebuah perbuatan telah dinilai cela di hadapan Allah tentu ia juga cela di hadapan manusia.

Pertanyaannya di mana posisi seorang muslim yang baik ketika ia telah mengaku beriman dan menjalankan rukun islam? Jawabannya adalah pada gerak atau langkah kesehariannya ketia ia berinteraksi dengan sesama manusia, yakni menunjukkan akhlak yang baik. Maka dari itu Rasul bersabda bahwa. Seorang muslim yang baik di antara manusia adalah mereka yang akhlaknya paling baik.

خَيْرُ النَّاسِ أحسَْنُهُمْ خُلُقًا
 

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang terbaik akhlaknya di antara mereka.” (HR Thabrani dari Abdullah bin Umar).

Oleh karena itu boleh-boleh saja saja orang mengelus-elus kendaraannya supaya terlihat bagus mengkilat atau membangun istana dan taman yang indah untuk membangkitkan kepuasan. Tetapi jangan lupa ada sesuatu yang harus dijaga dan dipundi-pundi melebihi merawat harta semua yang ada ? Itulah budi pekerti yang baik atau akhlak mulia. Inilah harta yang harus tetap dipelihara oleh setiap manusia.

Mengapa harus kita jaga, karena rontoknya harta ini akan berkibat fatal dalam diri manusia bahkan pengaruh dapat merambah hingga mencapai harta benda lain yang kita miliki.

Sidang jum’at yang berbahagia.
Mari kita lihat keburukan apa yang terjadi sebagai akibat dari akhlak yang buruk.

1.Keburukan Akhlak Bisa Membatalkan Amal Kebaikan.


Sesuatu yang dilihat mata manusia baik belum tentu ia merupakan amal (akhlak) yang diterima oleh Allah. Bila seorang melakukan amal ibadah tetapi motivasinya adalah untuk mendapat pujian dari manusia maka perbuatan ini tertolak di hadapan Allah dan inilah perbuatan yang disebut riya’. Sebagaimana Firman Allah dalam QS Azumar:65

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ(65)

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu:”Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”


2.Keburukan Akhlak Bisa Menghilangkan Pahala Amal Kebaikan.

Mestinya seseorang yang telah melakukan amal kebaikan mendapat keuntungan pahala dari Allah swt, namun keuntungan itu tidak jadi diperolehnya karena akhlak yang buruk. Seperti ketika seorang memberikan sedekah kepada fakir miskin setelah itu ia mengungkit-ungkit pemberian dan menyakiti penerima sedekah tersebut. Sebagimana firman Allah swt dalam QS Al Baqarah:264.

“Hai orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).”

3.Keburukan Akhlak Bisa Memindahkan Pahala Amal Kebaikan kepada Orang Lain.

Sidang jum’at yang berbahagia,
Ternyata nanti pada hari akhir ada pengadilan, dimana manusia haknya tidak akan dikurangi sedikitpun. Pada saat itu orang akan menuntut hak ketika ia telah dianiaya ketika di dunia dahulu.

Sebagaiman sabda Rasul
“Tahukah kamu sipakah orang yang bangkrut?” Mereka menjawab ,”Orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan perniagaan.”


Beliau bersabda, “Orang yang bangkrut di antara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan pahala shalat, puasa, dan zakat, sedang ia telah mencela orang ini, mencemarkan nama baik orang ini, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Sehingga orang ini diberi sebagian dari pahala kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian dari pahala kebaikannya. Apabila pahala kebaikannya habis sebelum dibayarkan kepada orang-orang yang mesti dibayar, maka dosa-dosa mereka diambil dan dilemparkankepadanya, kemudian ia dilempar ke neraka. (HR. Muslim).


4. Keburukan Akhlak Bisa Menghilangkan Pengaruh Baik dari Kebaikan yang Dilakukan.


Ada isyarat seseorang akan mendapatkan kebahagiaan akhirat. Yaitu ketika seorang muslim mengerjakan kebajikan dan ia mendapat pujian di dunia. Seorang bertanya kepada Rasulullah saw.
“Bagaimana pendapat Anda (Rasulullah) mengenai seseorang yang melakukan kebaikan lalu orang memujinya karena kebaikannya itu?” Beliau menjawab, “Itu adalah bonus diniawi bagi seorang mukmin”. (HR. Muslim).

Menurut ulama, banus dunia ini sebagai isyarat bahwa ia akan memperoleh kegembiraan besar di akhirat, yaitu surga. Bonus duniawai ini pertanda bahwa Allah meridhoi dan mencintainya, lalu menjadikan orang ikut mencintainya.

Sebagaimana Firman Allah dalam Surat Asy Syura:20

”Barang siapa menghendaki keuntungan akhirat Kami akan tambah keuntungan baginya”

Bonus duniawi ini seringkali tidak didapatkan oleh seseorang karena keburukan akhlaknya. Maka dari itu bahwa keburukan akhlak dikatakan dapat menghilangkan pengaruh baik dari kebaikan yang dilakukan.


5.Keburukan Akhlak Bisa Mengundang Kecurigaan Orang Lain Apabila Si pelaku keburukan itu Melakukan Amal Kebaikan.

Ini adalah sebagai akibat yang akan dirasakan bagi mereka yang buruk akhlaknya. Yakni, Setiap gerak dan langkahnya menimbulkan kecurigaan bagi orang lain di sekitarnya. Bagi orang lain mungkin akan timbul penilain negatip terhadap si perangai buruk. “Benarkah si perangai buruk itu akan berbuat kebajikan atau sekedar berbuat baik untuk menutupi kebiasaannya?. Demikian kecurigaan yang timbul.


6.Keburukan Akhlak Bisa Mengurungkan Melakukan Amal Kebaikan.
Mengapa si akhlak buruk itu urung melakukan kebajikan? Pembatalan ini terbagi dalam dua sebab;

1.Sebab eksternal
Sebab eksternal ini dapat kita gambarkan sebagai penolakan orang lain terhadap kebajikan yang dilakukan oleh si buruk akhlak. Misal Ketika si penjudi atau pelacur hendak menyumbangkan uang untuk membangun mesjid atau madrasah, kemungkinan sumbangannya tidak akan diterima. Oleh karena telah merasa demikian maka si buruk akhlak akhirnya mengurungkan melakukan kebajikan.

2.Sebab internal
Sebab internal ini dapat kita gambarkan sebagai akibat yang timbul dalam diri pelaku. Sebenarnya ada peluang untuk melakukan kebajikan. Karena sifat kikir yang mendominasi dalam diri mereka maka mereka enggan untuk beramal. “ Ada obsesi dalam diri mereka: Percuma saja melakukan kebajikan kalau tidak ada tambahan keuntungan secara materiil (terutama) pada diri si buruk akhlak.

Sidang jum’at yang berbahagia,
Demikian pemaparan mengenai hadis Nabi yang saya ungkapkan pada awal kutbah tadi, bahwa akhlak yang buruk dapat merusak amal kebaikan dan membuat kita enggan melakukan amal kebaikan. Ini beliau gambarkan sebagai cuka yang merusak madu.

Kini tinggal kita bagaimana dalam mengambil posisi dalam melakoni hidup ini, terlebih kita telah beruntung bahwa kita telah mendapat kedudukan yang benar yakni sebagai seorang muslim. Ke depan masih ada sisa hidup kalau saya boleh gambarkan masih ada lembaran sisa yang masih belum terisi, lembaran itu apakah akan kita lukis dengan potret diri sebagai orang yahudi, orang nasrani atau para kaum musrikin yang lain, atau benar2 sebagai orang muslim yang kafah. Semuanya merupakan peluang yang ada di depan mata kita.
Sebagai khotib saya berwasiat kususnya untuk diri saya dan kepada jamaah sekalian ,hendaknya mari kita toreh lembaran kosong kedepan dengan gambar seorang muslim yang berakhlak mulia. Sehingga dalam peradilan akhirat nanti timbangan pahala kita masih mencukupi untuk menutupi dosa-dosa kita yang lalu. Amiin.


بَارَكَ اللهُ لِئ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْ اَنِ الْعَظِمَ
وَنَفَعَنِئ وَ أِيَكُم بِا لاَيَاتِ وَالْذِّكْرِ الْحَكِيْمَ
وَ قُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ اَنْتَ خَيْرٌ الَّحِمِيْنَ

BDL, 12 Feb.2008



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar