Senin, 31 Mei 2010

Khotbah Idul Adha : MARI KITA WASPADA TERHADAP BUJUKAN SYETAN

Oleh Budi Wibowo
(Disampaikan penulis pada Khotbah Idul Adha 1428 H: 2007M)



Allahu akbar (9x) walillahilhamd

الحمد لله نستعنه و نستغفره ونعذ بالله من شرور انفسنا

من يهدالله فلا مضلّ له ومن يضلل فلا هادئ له

اَشْهَدُ اَنْ لاَ الَهَ الاَّ اللهُ

وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ


اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى محمّد عَبْدِكَ وَ رَسُولِكَ وَعَلَى آَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ: أَمَّابَعْدُ

فَيَا اَيُّهَ الْحَاضِرُوْنَ : اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَ اَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَلَ اللهُ تَعَلئَ فِئ الْقُرْانِ الْعَظِيْمِ : اَعُذُ بِا اللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بسم الله الرّمان الرّحمين

فَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الغالِبُوْنَ


وقال الله ايضا

أَلآ إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطانِ هُمُ الْخََاسِرُونَ


صَدَّ الله الْعَظِيمََ وَصَدَّقَ رَسُوْلُ اللهِ الْكَرِيم





(Allahu akbar) 3 x walillahil hamd,
Jamaah Id rahimakumullah,

Puji syukur mari kita panjatkan ke hadirat Allah swt, yang telah melimpahkan taufik rahmat dan hidayahnya, sehingga kita dapat berkumpul pada pagi hari ini dalam rangka memenuhi panggilan beliau dalam rangka meyambut peringatan kemenangan umat manusia dalam kancah pertarungan melawan godaan syeitan demi taat kepada Robnya. Yakni seperti yang telah dicontohkan Nabi kita Ibrahim as dan puteranya Ismail as.

Salam dan sholawat mari kita sanjungkan kepada junjungan kita nabi besar yang mulia Muhammad saw.
Sebagai kotib saya berwasiat kepada diri saya dan mengajak jamaah sekalian mari kita selalu tingkatkan ketaqwaan kita baik di waktu lapang maupun di waktu sempit.


Judul Kutbah yang akan saya bawakan pada kesempatan ini adalah

Mari Kita Waspada terhadap Bujukan Syaitan


(Allahu akbar) 3 x walillahil hamd,
Jamaah Id rahimakumullah

Ketika Allah hendak menciptakan manusia Allah memberitahu kepada malaikat, kemudian Malaikat mengajukan pertanyaan “Apakah Allah akan menciptakan manusia yang akan membuat kerusakan di muka bumi”?
Menanggapi pertanyaan malaikat tersebut Allah menjawab “Aku lebih mengetahui daripada kamu",

Kemudian Allah memberikan kemampuan kepada manusia bahwa hanya manusialah yang memiliki potensi untuk memberdayakan langit , bumi dan seisinya untuk keperluan hidupnya. Makluk lain tidak.
Oleh karena itu Allah memerintahkan malaikat dan jin untuk bersujud kepada manusia, maka bersujudlah para malaikat kecuali Iblis (yakni golongan jin yang berkhianat)
Pada kurun berikutnya terjadilah pergumulan hebat antara manusia dan syetan. Tentu di antara mereka ada yang menang dan ada yang kalah.
Pergumulan itu terwariskan kepada anak keturunan masing-masing hingga sekarang.
Kita sebagai keturunan Adam memang memiliki musuh yang permanen yaitu Iblis dan anak keturunannya alias syetan.

Di manapun dan kapanpun kita berada syetan selalu mengintai kita. mencari kesempatan yang tepat, untuk menggoda kita. Oleh karena itu tidak perlu heran jika di tengah-tengah jamaah ini banyak mata-mata syetan yang mengintai. Kalau kita ingin tahu maka tengoklah ke dalam diri kita masing-masing, dengan menggunakan alat keimanan dan ketaqwaan, kita akan menemukan keberadaan syetan tersebut, yaitu dengan ditandai adanya bisikan-bisikan yang mengajak kepada diri kita untuk melakukan pengingkaran terhadap perintah-perintah Allah dan tanda-tanda kebesaranNya.

Sikap malas beribadah, sombong, dengki, boros, malas bekerja, merasa berat membayar hutang, merasa berat menunaikan zakat atau berkorban di bulan haji dan menunda-nunda pergi haji dsb. merupakan sebagian contoh dari tanda-tanda hasil kerja syaitan.

Selanjutnya keturunan Adam yang kalah dalam pergumulan itu akan menjadi tawanan syetan, sebaliknya mereka yang terus melawan syetan sampai titik darah penghabisan akan menjadi kebanggaan Allah SWT.

Bagi manusia yang telah menjadi tawanan syetan mereka akan menjalani hidup sesuai dengan perintah syetan, seperti halnya seorang tawanan dalam peperangan, mereka akan menjadi bulan-bulanan si penawan. Inilah jalan kehidupan yang tidak enak, sempit susah, penuh kepalsuan, tegang dan stress berkepanjangan, penuh lamunan kosong, putus asa, tidak tentu arah dan tujuan. Hidup ini seakan tidak bermakna.
Mereka itulah pengikut syetan sebagaimana Allah berfirman dalam QS Al-Mujadillah: 19:

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنساهُمْ ذِكْرَ اللهِۚ أَلآ إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطانِِ هُمُ الخَاسِرُو
نَ

“Syetan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syetan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan syaiton (syetan) itu golongan yang merugi”.


(Allahu akbar) 3 x walillahil hamd,
Jamaah Id rahimakumullah,

Pada hari Arafah tanggal 9 Zulhijah, ketika saudara2 kita sedang wukuf di Arafah dalam rangka menunaikan sebagian rukun haji. Allah menyampaikan kebanggaanNya di hadapan para malaikat, sebagai sanggahan dari pernyataan malaikat ketika Allah akan menciptakan manusia. Dalam bahasa kita “ Lihatlah hamba2ku, mereka datang dari berbagai penjuru dunia dengan muka letih kusut penuh debu mereka datang sambil membawa hewan kurban (berkumpul di arafah, mereka bersusah payah meninggalkan negerinya, mereka tinggalkan harta, anak, istri para kerabat yang mereka cintai. Mereka tinggalkan pakaian kebesaran dunia yang berupa status, pangkat, kedudukan yang sering di sandangnya.) mereka mengharapkan rahmatKu dan tidak peduli akan adzab siksaKu (Mereka berkumpul, yang nampak hanyalah pakaian ketaqwaan mereka). (Sabda rasulullah dari Jabir Ra)

Mari kita berdo’a semoga saudara2 kita itu kelak menjadi haji yang mabrur setelah kembali ke tanah air. Amiin.

وليس للحِجّة المبرورةِ ثوابٌ الاّ الجنّة


"Tidak ada balasan bagi haji yang mabrur kecuali surga"(HR Nasaa’i ).

Orang yang pergi haji akan dibalas dengan surga sebagai imbalannya bila ibadah itu dilaksanakan dengan iklas atau murni hanya untuk mencari keridhaan Allah tanpa ada embel-embel lain dalam niatnya.


(Allahu akbar) 3 x walillahil hamd,

Jamaah Id Rahimakumullah,

Dalam pergumulan hebat inilah hamba-hamba Allah yang tidak mau tunduk dengan syetan pasti akan mendapat kemenangan, sebagaimana firman Allah dalam Qs Al-Maidah:56:


فَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الغالِبُوْنَ


Maka sesungguhnya pengikut Allah itulah yang pasti menang.

Mereka akan mendapatkan dua kemenangan yaitu ketika hidup di dunia dan nanti setelah mereka berada di yaumul akhir yakni mereka akan berada di sisi Allah .
Semoga kita sekarang yang duduk bersimpuh di hadapan Allah ini termasuk di dalamnya. Amiin.


(Allahu akbar) 3 x walillahil hamd,
Jamaah Id yang berbahagia,

Setiap saat Allah menyeru kepada kita agar mengikuti jalan-Nya,. Seruan ini gemanya menembus dimensi ruang dan waktu.
Seharusnya setiap seruan Allah itu kita sambut dengan jawaban
“Labaik Allahumma labaik, Labaika laa syarikalak”
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu”.

Setiap saat Allah menyeru agar manusia mengorbankan waktunya sejenak untuk berdo’a kepada-Nya atau Sholat.
Mari kita merenung sejenak,
Allah yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana menciptakan bumi ini bulat kemudian bumi tersebut berputar pada porosnya, maka dengan keadaan tersebut terjadilah perbedaan waktu. Adanya perbedaan waktu ini secara akal sehat menunjukkan bahwa seruan sholat itu akan terus berkumandang setiap saat dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Jika dikaji sebenarnya tak ada waktu sedetikpun yang kosong tanpa seruan sholat. .

Ada sebuah cerita dan ini merupakan kenyataan;
Ada orang yang dianggap oleh masyarakat sebagai seorang yang alim, ada rumor yang mengatakan bahwa bila hari Jum’at si Alim tidak sholat di masjid tempat masyarakat tersebut berada tetapi ia sholat di Mekah yakni di Masjidil haram. Benarkah demikian?

Mari kita buktikan.
Selisih waktu antara Mekah dan Indonesia adalah kurang lebih 4 Jam, ketika waktu Dzuhur telah tiba di Indonesia, maka di Mekah masih pagi. Bila dalam waktu yang sama Si Alim tersebut berada di Mekah tidak mungkin ia melaksanakan sholat Jum’at. Bila si Alim mengatakan demikian kepada para pengikutnya itu adalah bohong besar, itulah sebenarnya salah satu tipu daya syetan.
Audzu billahimin dzalik.


(Allahu akbar) 3 x walillahil hamd,
Jamaah Id yang berbahgia

Bila kita bercermin. Kita lihat badan kita yang semakin menua. uban mulai nampak, gigi mulai tanggal. Dahulu kita sebagai pemuda yang gagah kini tidak seperti dulu itulah sebuah seruan dari Allah yang mana dengan keadaan itu Allah menyeru kemana hidup akan kau tuju? Bukankah esok kamu akan mati?

Demikian pula bagi para pemuda dan pemudi yang kini masih gagah dan cantikknya. Jangan tertipu dengan bujukan syetan siapa tahu besuk kalian akan dipanggil menghadap Allah terlebih dulu. Oleh karena itu ingatlah wahai para pemuda persiapkan hidupmu untuk akhiratmu.


(Allahu akbar) 3 x walillahil hamd,

Jamaah Id Rahimakumullah

Sesekali kita kehilangan orang yang kita cintai, anak, istri, suami, orang tua, tetangga. Mereka lebih dulu dipanggil menghadap yang Maha Kuasa. Kejadian itu merupakan gema panggilah Allah SWT kepada manusia agar kita mengikuti jalanNya

Kemudian, dalam setiap saat sebenarnya Allah menyeru berkorbanlah dan dirikanlah sholat, sebagaimana tertulis dala QS Al Kautsar 2-3:.

إنَّآ أَعْطَيْناكَ الكَوْثَرَ ۝ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرَ


Seakan Allah berfirman “Rasakanlah sembelit sakitnya rasa lapar saudaramu si fakir Rasakanlah betapa mereka sulit mengatur belanja rumah tangga. Kalau engkau mau mengikuti jalanku maka berkorbanlah. Potonglah hewan ternak untuk dibagikan kepada saudaramu. Hiburlah mereka sejenak dengan makan makanan yang bergizi.” Bukan hanya dalam bentuk memotong hewan saja berkorbanlah untuk hal-hal yang lain demi kemaslahatan di jalan Allah.

Lihatlah Negeri Madinah yang waktu itu di bawah pimpinan Rasulullah, begitu besar semangat berkorban penduduknya. Hingga sekarang orang memimpikan agar terbentuk masyarakat yang demikian yang sekarang terkenal dengan sebutan masyarakan Madani. Alangkah indahnya bila kampung ini terbentuk masyarakat yang demikian dan alangkah indahnya negeri ini bila penduduknya tergambar sebagai masyarakat Madani.


(Allahu akbar) 3 x walillahil hamd,

Jamaah Id Rahimakumullah

Hari ini adalah hari perayaan kemenangan bagi seorang hamba Allah yang menang dalam pergumuluan hebat melawan syaitan, yang awalnya dicontohkan oleh nabi Ibrahim dan putranya Ismail yang hidup ribuan tahun yang lalu. Sehingga ia patut mendapat gelar kekasih Allah. Ia seorang hamba yang berpikir dan sadar bahwa di bumi ini ada penguasa tunggal yang tidak mungkin terkalahkan dan tempat berlindung yaitu Allah. Maka ketika Ibrahim diperintahkan untuk berkorban dengan hartanya yang paling dicintai yaitu Ismail, ia serahkan.

Ketika Ibrahim sedang melakukan prosesi penyembelihan putranya, malaikat begitu kagum melihat hamba Allah tersebut, mereka langsung tersungkur sujud kepada Allah SWT sambil mengucap takbir.
Allahu akbar, Allahu akbar Allahuakbar Walillahilhamd. Kemudian secepat kilat Allah menyelamatkan Ismail dan digantilah dengan seekor domba yang gemuk

Peristiwa ini merupakan bukti bahwa Ibrahim adalah hamba Allah yang tunduk dan patuh kepada-Nya..
Inilah isyarat yang ditujukan kepada Malikat bahwa Allah bangga dengan ciptaan-Nya yang bernama manusia, sebagai bukti bahwa tidak selamanya benar apa yang diungkapkan Malaikat ketika dialog awal dalam penciptaan manusia.


(Allahu akbar) 3 x walillahil hamd,

Jamaah Id Rahimakumullah

Bukti sejarah kisah Ibrahim ini sampai sekarang masih ada, padahal peristiwa itu, telah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Kita ketahui di tanah jazirah Arab. Di situ ada sebuah bangunan kubus itulah ka’bah. Itulah bangunan yang dibangun oleh Ibrahim dan anaknya Ismail. sekarang menjadi tempat pathokan seorang hamba Allah untuk mengarahkan wajahnya ketika melakukan sholat.

Dalam prosesi ibadah haji ada rangkaian kegiatan yang disebut thowaf. Artinya mengelilingi Ka’bah. Gerakan mengelilingi ini berlawanan dengan putaram jarum jam. Mengapa berputar ke kiri bukan ke kanan? Ada pelajaran yang menarik bahwa bila kita memutarkan sebuah sekrup ke bumi maka putaran ke kanan akan menggerakan skrup tersebut ke arah bumi, namun bila kita putar ke kiri maka sekrup akan bergerak menjauhi bumi.

Ini bermakna bahwa dalam gerak hidup kita haruslah kita beroriantasi ke atas artinya kepada kepada Allah SWT yang maha tinggi. Selain itu melambangkan pelepasan diri dari belenggu syetan yang selalu mengajak hidup berorientasi keduniaan.


(Allahu akbar) 3 x walillahil hamd,
Jamaah Id yang berbahagia,

Kemudian di dekat Ka’bah ada dua bukit yang berjarak +- 400 meter itulah bukit Shofa dan Marwah. Di antara dua bukit ini dulu pernah Ibrahim diperintahkan untuk meninggalkan Istrinya yang bernama Siti Hajar dan anaknya Ismail yang masih kecil. Siti Hajar adalah seorang ibu yang sholeh maka ketika ia hendak ditinggalkan oleh Ibrahim di situ ia bertanya kepada sang suami. “Apakah ini kehendak Allah ? Jika ini adalah kehendak Allah maka kerjakanlah”. Inilah sebuah pertanyaan sekaligus jawaban bagi seorang Ibu yang sholeh. Tidak ada kata putus asa yang ada dalam dirinya hanyalah keyakinan bahwa Allah akan memberikan jalan kehidupan meskipun ia berada di tengah bukit tandus yang tidak ada air dan tumbuh-tumbuhan.
Ini merupakan pelajaran bagi kaum ibu dalam hidup berumah tangga, maka jadilah Siti Hajar-Siti Hajar berikutnya.


(Allahu akbar) 3 x walillahil hamd,
Jamaah Id yang berbahagia

Dalam prosesi ibadah Haji ada prosesi lari-lari kecil dari bukit Shofa ke Marwa yang dulu telah dicontohkan oleh Siti Hajar ketika ia ditinggal suaminya ia lari di antara kedua bukit tersebut. Prosesi ini menggambarkan bahwa dalam mengarungi hidup kita harus berusaha sekuat tenaga mengeluarkan keringat untuk mencari rezeki. diikuti keyakinan bahwa Allah pasti akan menunjukkan jalan keluarnya. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS Thalaaq : 2-3:

وَ مَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ , مَخْرَجًا * وَ يَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ
ۚ

Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangkanya.

(Allahu akbar) 3 x walillahil hamd,
Jamaah Id yang berbahagia

Dalam ibadah haji ada prosesi yang disebut dengan wukuf yang artinya berkumpul di Padang Arofa. Inilah puncak ibadah haji, prosesi ini menggambarkan bahwa kelak manusia akan di kumpulkan di padang Mahsyar untuk menunggu pengadilan dari Allah sebagai hasil perbuatannya di dunia. Tempat itu disebut Arofa yang artinya “mengenal”. Yang ia kenal adalah jati diri kita benarkah kita sebagai hamba Allah yang patuh atau sebagi hamba Allah yang ingkar.

Oleh karena itu dalam prosesi ini akan terlihat siapa dia sebagai Hizbullah dan siapa dia sebagai Hizbu Syaiton. Hizbullah di tandai dengan kekhusu’an dalam melaksanakan ibadah ini, sedang Hizbu Syaiton akan ditandai oleh mereka yang selalu mondar-mandir ke sana kemari tidak mengerti apa arti wukuf.

Selanjutanya setelah wukuf di Arofah ada prosesi bermalam di Musdolifah, kemudian pada pagi harinya harus sudah berada di Mina. Inilah ibadah yang memiliki faktor stress yang tinggi karena pada saat itu jamaah haji harus berbondong-bondong ke dua tempat tersebut. Ketegangan terjadi karena ada perasaan was-was bagaimana bila terlambat, bagaimana kalau kendaraan pengangkut ke Musdholifah terlambat dan bagaimana-bagaimana-bagaimana.

Ini menggambarkan bahwa kita kelak akan melalui seleksi yang berat dalam yaumul hisab, diibaratkan dengan kita bagaikan menyebarangi jembatan shirotol mustaqim. Jadi Musdoholifah menggambarkan sebagai jembatan shorotol mustaqim.

Selanjutnya dalam prosesi ibadah haji ada kegiatan melempar jumrah. (melampar syetan). Melempar jumrah menggambarkan bagi kita bahwa kita harus melawan iblis-iblis beserta anasirnya dalam mengarungi hidup ini.

(Allahu akbar ) 3 x walillahil hamd,
Jamaah Id Rahimakumullah

Ada prosesi sunnah yang sangat penting dalam memaknai kegiatan ibadah haji, yaitu ketika jemaah berada di Madinah Al Munawaroh. Ketika jemaah berada di situ disunnahkan untuk sholat Arbain. Artinya sholat 40 kali secara berjamaah di masjid Nabawi. Yaitu kita disunahkan untuk sholat wajib terus menerus di Masjid Nabi ini selama 8 hari, bila 1 hari 5 waktu maka 40 kali akan memakan waktu 8 hari.
Ada pelajaran penting bagi jemaah haji bahwa setelah pulang di tanah air kebiasaan sholat di masjid harus merupakan kebiasaan. Pelajaran ini sebenarnya bukan saja bagi mereka yang telah haji tetapi bagi umat Islam khususnya kaum laki-laki. Inilah sebagian cara memaknai ritual ibadah haji.

Sekarang bagaiman dengan saudara-saudara kita yang tidak mendapat kesempatan pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah Haji? Allah Maha Adil Ia menetapkan bahwa menunaikan sholat jum’at di masjid di hari jum’at adalah sebagai ibadah hajinya kaum fakir. Sebagimana nabi bersabda.” Sesungguhnya hari jum’at itu adalah hari yang mulia ia merupakan hajinya kaum fakir”.انّ يومَ الجمعةِ سيّدُ الايامِ وحِجُّ الفقراء

Seperti yang sering kita dengar dari bilal setiap hari jum’at ketika akan memasuki rangkaian ibadah sholat jum’at.


(Allahu akbar)3 x walillahil hamd,

Jamaah Id Rahimakumullah

Mari kita menengok ke dalam diri apakah kita condong menjadi pengikut Allah atau lebih condong sebagi pengikut Syaiton(syetan)?
Mumpung kita masih hidup yang sebentar lagi kita akan mati, janganlah kita sia-siakan hidup ini. Mari kita siapkan hidup ini untuk bekal di akherat nanti..

.باَرَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْانِ الْعَظِيْمِ

وَ نَفَعَنِى وَاِيَاكُمْ بِالاَيَاتِ وَالذِّكْرِِ الْحَكِيْمِ

وَ قُلْ رَبِغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ


KUTBAH KE II

(Allahu akbar) 7x walillahil hamd,


الحَمْدُ لِلَّهِ الّّذِى أمَرَنَا بِالإتِّخَادِ وَلإعْتِصَامِ

بِحَبْلِ اللهِ ألمَتيْنِ

أ شْهَدُ انْ لآإلٰهَ ألاّ ألله واشْهَدُ انَّ مُحَمّداً عَبْدُهُ ورَسُولُهُ

اللهمَّ صَلِّ وسَلِّم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَ عَلَى آلِهِ و اصْحَبِهِ أجْمَعِيْنَ

أمَا بَعْدُ:

فَيَا عِبَادَاللهِ آتّقُو الله مَا اسْتَطَعْتُمْ وَ سَا رِعُ إلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ العَالَمِيْنَ : واَعْلَمُوا انّ الله سُبْحٰهُ وَتَعالَى أمَرَكُمْ بِامْرٍ بَدَأَ فِيْهِ

بِنَفْسِهِ و ثَنََّى بِمَلآ ءِكَتِهِ المُسَبِِّحَةِ بِقُدْسسِهِ, فَقَالَ تَعَالَى فِى القُرْآنِ العَاظيْمِ :

إِن َّ اللهَ وَمَلَٰٓئِكتَهُ , يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِىِّ ۚ يَٰٓأ يُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُواْ تَسْلِيمًا

أللهمّ صَلِّ وسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدٍ المُرْسَلِيْنَ , وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ وَقَرَبَتِهِ وَأزْواَجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ اجْمَعِيْنَ. وارْضَاللهُمَّ عَلَى

اَرْبَعَةِ الخُلَفَاءِ الرَّاسِدِيْنَ

سَيِّدِنَا اَبِى بَكْرٍ و عُمَرَ و َ عُشْمَانَ و عَلِىِّ, و عَلَى بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ والّتَابِعِيْنَ

وتَابِعِ التَّابِعِيْنَ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ إلى يَوْمِ الدِّينَ, و عَلَيْنَا يَا اَرْحَمَ رَاحِمِيْنَ

اللهُمَّ أصْلِحْ جَمِيْعَ وُلاَةِ المُسْلِمِيْنَ و اىصُرِ الإسْلَامَ و المُسْلِمِيْنَ

وأهْلِكِ الكَفَرَةَ و المُسْرِكِيْنَ, وَاعْلِِ كَلِمَتَكَ إلَى يَوْمِدِيْنَ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ و المُؤْمِنِيْنَ والمؤمِنَاتِ , الاحيَاءِ مِنْهُمْ وَلاَمْوَاتِ, إنَّكَ سَامِعٌ مُجِبُ ادّعءوَاتِ يَا قَاضِىَ

الحَاجَاتِ

Ya Allah, pagi ini kami hambaMu anak dari hambamu,
Bersimpuh di hadapanMU,
Teringat dosa-dosa yang telah lalu,

Yaa Rob,
Setiap hari kami merasa cemas dan takut,
Akan akibat perbuatan kami dulu,
Apakah Engkau telah mengampunio kami Ya Rob;

Rob,
Ampunilah kami,
Seandainya Engkau tidak mengampuni kami, niscaya kami tergolong orang yang merugi.

Ya Rob,
Kami sadar bahwa hari-hari kemarin hambaMu banyak tidak menghiraukan seruaMU,
Tiba-tiba Engkau sentakkan seruanMU itu dengan cara Engkau ambil nyawa ayah kami,
Kemudian Ibu kami, kemudian salah satu dari saudara kami, suami dan isteri kami,
Dan yang lebih keras seruanMU Engkau telah mengambil anak kami.

Ya Rab,
Kami sadar bahwa sebentar lagi giliran kami yang Engkau ambil,
Sebelum Engkau cabut nyawa kami, beriikan kesempatan bagi kami untuk bertobat kepadaMU,

Ya Rob;
Beri kami kesempatan untuk memohon ampunan untuk orang tua kami,
Beri kesempatan kami untuk memohonkan ampunan terhadap suami kami, isteri dan anak kami yang telah Engkau cabut nyawa mereka sebelum kami

Ya Rob,
Ampunilah mereka, Ampunilah mereeka, ampuniolah mereka.

Engkau yang menggenggam jiwa kami.
Apakah besuk Engkau akan mencabut nyawa kami ?
Apakah besuk Engkau akan mencabut nyawa kami ?

Padahal kami belum sempat menunaikan zakat yang Engkau wajibkan,
Padahal kami baru saja mengerti tentang sholat,
Padahal bulan kemarin kami puasa kami belum benar,
Padahal jum’at kemarin kami belum menunaikan sholat jum’at,
Padahal kami belum melaksanakan ibadah haji,

Ya Rob,
Bagaimana ini ya Rob,
Kami menyesal,
Kami menyesal,
Kami menyesal,
Kami ngeri Ya Rob, jangan Engkau ambil nyawa kami,
kami takut Engkau bertanya tentang sholat kami,
kami takut akan murkamu,

Kami takut,
Padahal nanti yang pertama Engkau tanyakan adalah ibadah
sholat kami,
Bila Engkau dapati sholat kami buruk Engkau langsung lemparkan
Kami ke nerakaMU

Bagaiman ini Ya Rob;
Jangan...jangan....Ya Rob,
Kami belum siap.

Beri kesempatan kami untuk memperbaiki ibadah kami, Ya Rob.
Beri kesempatan kami untuk memperbaiki ibadah kami, Ya Rob.
Beri kesempatan kami untuk memperbaiki ibadah kami, Ya Rob.


اللهمّ انّا نسألك من خير ماسأك منه سيّدنا ونبيّنا محمّد

عبدك ورسولُك


و نعوذبك من شرّ مااستعا ذك منه سيّدنا ونبيّنا محمّد


عبدك ورسولُك


اللهمّ انّا نسألك موجبات رحمتك وعزاءم مغفرتك والسلامة من كلّ اثم والغنيمة من كلّ برّ والفوز با لجنّة والنّجاة من

النار والعفو عندالحساب


ربّنا اتّنا فئ الدنيا حسنة وفئ الاخرة حسنة وقنا عذاالنار


وصلّى الله على سيدنا محمّد وعلى اله وصحبه وسلّم


واللحمد لله ربّ العالمين






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar